Perkenalan Perjalanan Hidup Penulis

Hai Sobat..  Salam kenal.,
Saya Frandy, di rumah biasa dipanggil Andy. anak terakhir dari tiga bersaudara. Lahir dan besar di kota tahu kuning, Kediri. Tulisan ini akan menceritakan sekilas perjalanan hidup saya mulai dari kecil hingga sekarang. 

Orang tua
Saya sangat bersyukur mempunyai kedua orang tua yang baik, pintar, tanggung jawab, dan taat  beragama.  Ibuku, Dewi Maryam adalah sosok pekerja keras,  perfeksionis, dan cerdas. Meskipun Ibu  tidak  memilki riwayat pendidikan formal yang tinggi, tetapi beliau lah orang yang berperan mendidik anak-anaknya, terutama dalam hal pendidikan akademik. Beliau mengajarkan kedisiplinan dalam belajar dan merupakan guru matematika dan bahasa Indonesia terbaik.  Ya beliaulah yang mengajari kakak-kakak saya dan saya sendiri dalam  berhitung, menulis dan membaca. Kadang kala metode belajar yang diterapkan kepada kami  terkesan terlalu keras, akan tetapi sebenarnya itu adalah cara beliau membentuk kami agar menjadi yang terbaik.  Hasilnya, saat saya masih di TK , saya sudah lancar menulis dan membaca. Hal ini sangat berpengaruh  nantinya dalam perjalanan akademik saya di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 
Ayah saya adalah seorang pengajar di salah satu SMA negeri di kabupaten Kediri. Ayah adalah orang yang sangat penyabar, bijak, dan bertanggung jawab. Berbeda dengan ibu yang lebih banyak memberikan pembelajaran “otak kiri”  (berhitung, logika, kecerdasan IQ), Ayah lebih banyak memberi saya pembelajaran tentang “otak kanan”  seperti bagaimana cara bersikap ketika menghadapi masalah, bagaimana caranya memperlakukan orang lain, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan itu.

Masa Kecil
Sepeeti anak-anak pada umumnya saya  menghabiskan waktu untuk bermain bersama teman-teman sebaya. kata orang, saya termasuk anak yang cerdas dibandingkan teman-teman seusiaku. Saya ingat waktu TK, saya sering mendapat hadiah dari guru karena termasuk anak yang aktif (ga bisa diem).. hehe. 
Di bangku sekolah dasar, saya  cukup menonjol di prestasi akademik. Selama enam tahun saya selalu menyabet peringkat satu di kelas, hal ini  juga tidak terlepas dari metode belajar yang diterapkan oleh ibu. 

SMP
Setelah lulus tingkat dasar, saya melanjutkan di Sekolah Menengah Pertama Negeri di kecamatan Kunjang.  Masa-masa ini merupakan  salah satu  masa yang paling berkesan bagi saya sampai sekarang karena saat itu banyak sekalihal baru yang saya lakukan. Saat itu saya mulai mengenal banyak hal  dan banyak teman dengan berbagai macam karakter. 
Di Bidang Akademik, tidak jauh seperti jaman SD, saya selalu meraih peringkat 1 paralel sekolah.  Selain kegiatan akademik saya juga aktif oganisasi, dan menjadi ketua OSIS tahun 2003/2004. Kegiatan ekskul utama saya basket dan beladiri.  Bahkan waktu itu saya hampir memutuskan menjadi atlet basket lo.. hehe. Tidak puas hanya di situ, saya juga eksis di dunia keartisan sekolah yaitu membentuk sebuah grup band. Dan saya menjadi vokalisnya., hihi
Masa- masa saat itu memang masa paling berwarna dalam hidup, banyak dimensi kehidupan yang saya jalani dan bersinar di masing-masing bidang. Ehm., kalau boleh sombong dikit si., saat itu  hampir semua  orang di sekolah mengenal saya dengan segala prestasi dan ke keartisan saya., hehe.
 
SMA
Lulus dari SMP, saya melanjutkan ke SMA  negeri favorit di kabupaten Kediri. Mempunyai teman-teman yang lebih beragam dan kompetisi akademik yang lebih ketat.  Saat itu saya satu kelas dengan siswa yang mempunyai prestasi tingkat internasional, bahkan duduk satu bangku. Mungkin karena dekat dengan orang jenius, secara tidak langsung  saya juga berusaha beradaptasi dengan beliau. Bayangkan saja, temen sebangku ku ini mendapat medali perak olimpiade biologi tingkat Internasional. Wiih., ngerii.. Tapi Alhamdulillah meskipun kompetisi akademik yang sangat ketat, saya selalu berada di peringkat lima besar di kelas.
Berbeda dengan kehidupan masa SMP yang berwarna, di masa SMA ini kehidupan saya terasa sangat monoton. Hal ini disebabkan saya terlalu fokus di akademik dan mengikuti berbagai olimpiade mata pelajaran. Kegiatan organisasi dan extra kurikuler nyaris saya tinggal kan sama sekali waktu itu. Kegiatan lain di luar akademik  yang saya lakukan saat itu hanya Paskibraka. Ya.. di tahun awal masuk SMA saya terpilih menjadi petugas pengibar bendera kabupaten Kediri di bulan Agustus 2005 sebagai pasukan delapan.
Di akhir semester kelas XII , saya mulai bingung mau melanjutkan kemana. Saat itu terpikir untuk ikut test akademi militer karena sudah ada pandangan juga waktu di camp pelatihan paskibra dan temen-temen di PPI (Purna Paskibraka Indonesia) banyak juga yang akan mengikuti test akademi militer. Tetapi keinginan itu saya urungkan karena suatu hal mengenai prinsip hidup . Saya orangnya paling tidak suka kalau disuruh-suruh, dibentak, dan budaya-budaya “kekakuan”   yang mungkin akan selalu menjadi makanan saya sehari-hari jika saya menjadi anggota militer, Pikir saya waktu itu . Akhirnya saya memilih melanjutkan kuliah dan mulai mencari informasi Perguruan Tinggi mana yang akan saya pilih.

Change of Life
Singkat Cerita, saya diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Bogor, Jawa Barat,  tanpa test. Meskipun sudah diterima di PTN, saya masih berusaha mengikuti ujian masuk Sekolah Tinggi Administrasi Negara. Alhamdulillah, saya tidak lolos. Sempat satu minggu saya stress, sampai  saya diajak teman mengikuti seminar khusus mahasiswa baru, berisi  motivasi yang diadakan oleh panitia kakak tingkat. Dari sinilah awal perubahan besar dalam hidup saya :)
 
Salah satu pembicara dalam seminar tersebut yang sangat menginspirasi  adalah kak Elang Gumilang, seorang pengusaha sukses luar biasa.  Pola pikir saya waktu itu benar-benar langsung berubah 180 derajat. Beliau menjelaskan bahwa menjadi seorang pengusaha adalah suatu profesi yang sangat mulia. Dalam upayanya mencari rezeki, pengusaha tidak hanya mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri, tetapi juga banyak orang lain yang terbantu, dan “kecipratan” manfaat. Mulai saat itu, saya bertekad bulat menjadi seorang pengusaha.

Perjalanan memulai usaha saya tidaklah mudah. Bermodal pas-pasan saya memulai usaha apa saja asal halal. Awalnya saya berjualan molen arab di asrama putra. Setiap pagi setelah subuh saya mengambil dagangan saya di ibu-ibu pembuat molen arab. Jarak yang saya tempuh adalah 1 km dengan berjalan kaki. Waktu itu saya tidak memilki motor. Saya menjajakan molen arab ini dari pintu ke pintu di lorong asrama. Sekitar  satu jam lebih saya keliling, Alhamdulillah dagangan saya selalau habis. Sehari saya menjual 30 molen arab. Satu molen arab waktu itu harganya Rp 1.000 , saya menjualnya Rp 1.500 . jadi keuntungan saya Rp 500 per molen dikali 30 molen = Rp 15,000 per hari.  Hasil itu sudah cukup bagiku mengingat usaha yanga dilakukan cukup dua jam saja setiap hari. 

Selesai berjualan molen, saya bergegas kuliah seperti mahasiswa lainnya.  Di dalam kelas, saya melihat banyak sekali teman saya yang mengantuk saat pelajaran. Saya melihat sebuah peluang di sini dan besoknya saya membawa barang dagangan baru, yaitu “kerupuk Setan”. Bagi teman seangkatan saya, pasti mengenal kerupuk yang mempunyai rasa super pedas ini. Hasilnya pun luar biasa, dagangan saya laris manis diserbu mahasiswa sekelas. Setiap hari akhirnya saya selalau membawa kerupuk setan ini ke kalas.  Waktu itu yang ada di otak saya adalah bisnis, bisnis, dan bisnis. Jadi apapun kalau ada peluang langsung saya hajar. Saya sadar bahwa menjadi pebisnis harus dimulai dari praktik langsung dilapangan, mental pedagang, pandai mencari peluang, dan menikmati prosesnya .

Di tingkat dua, saya mulai menyadari bahwa kalau saya harus mulai naik level dengan membangun sebuah bisnis yang bersistem.  Saya mulai mencari peluang baru dengan memperhatikan potensi yang dimilki oleh kampus. Akhirnya saya bersama tiga orang sahabat, mendirikan usaha Clothing. Alhamdulillah berkat usaha keras, ketekunan, dan memanfaatkan jaringan pejabat kampus, usaha ini berjalan lancar dan tidak pernah sepi order. Mulai dari satu karyawan, akhirnya mempunyai delapan karyawan. Yang awalnya hanya mempunyai satu mesin, sudah berkembang menjadi beberapa mesin dan aset lainnya. Usaha clothing ini terus berjalan sampai saya lulus, bahkan sampai saat ini masih berjalan.

Di semester akhir saat teman-teman saya sibuk mengerjakan skripsi, saya mulai mengenal dunia bisnis Online dan internet marketing. Masih berhubungan dengan bisnis utama waktu itu yaitu clothing, saya ingin memasarkan lebih luas lagi produk saya dengan memanfaatkan media internet. Pertama-tama saya belajar secara otodidak, hampir 20 jam/hari saya belajar di kamar kosan hanya berhenti saat istirahat, sholat, dan tidur. Hasilnya saya berhasil membuat toko online pertama saya sendiri yang menjual produk-produk fashion pria. Melihat prospek internet marketing yang luar biasa, saya ingin belajar lebih dalam di bidang ini. Setahun berlalu, tidak terasa sudah banyak teman-teman saya yang lulus, wah.. gawat, saya baru sadar.. kemana aja gue selama ini??. Karena tidak mau tenggelam lebih dalam lagi di dunia bisnis, saya memutuskan untuk menyelesaikan skripsi saya dulu dan bertekad lulus dalam waktu 4 bulan. Saya kejar terus skripsi itu siang malam,  ngelembur tiap hari sudah menjadi hal biasa. Alhamdulillah target lulus setelah 4 bulan fokus di akademik akhirnya tercapai. Waktu itu rasanya seneng banget.. seneng karena sudah  berhasil meyelesaikan pendidikan sarjana, dan yang paling penting adalah seneng karena bisa fokus 100 persen terjun di dunia bisnis :) 

Setelah lulus saya kembali ke kampung halaman saya di kediri dan fokus di dunia internet marketing. Mengikuti workshop, seminar, pelatihan, dan mengumpulkan ebook apa saja yang berhubungan dengan internet marketing. Hasilnya otak saya overload, bingung dan malah tidak menghasilkan apa-apa. Hahaha. Memang benar serakah tidak akan menghasilkan apa-apa. Kuncinya adalah Fokus. 

Saya kembali menekuni toko online dan fokus di sana. Alhamdulillah berjalan lancar dan mempunyai empat karyawan. Saya terus belajar dan menekuni dunia internet marketing. Saat menulis ini saya juga sedang  belajar adsense Blog dan adsense Video. Cita-cita saya adalah  bisa bermanfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat, menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya , melakukan pemberdayaan masyarakat, dan membangun di kampung saya yang namanya Kampung IM (internet Marketing) . Perjalanana baru saja dimulai, Jalan yang panjang dan terjal menanti di depan. Doakan ya Sobat, semoga bisa istiqomah dalam  proses menggapai cita-cita. Aamiin... :)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perkenalan Perjalanan Hidup Penulis "

Post a Comment

Pencarian Artikel

Custom Search